Penyebab Lulus Sekolah Pilot Lama


lulus dari sekolah pilot

  1. Stres karena terlalu lama berada di ruang lingkup sarat kedisiplinan
  2. Dana yang harus dikeluarkan makin membludak

Menjadi dua kerugian yang bakal didapatkan ketika siswa lama lulus dari sekolah pilot. Oleh karenanya, bagi yang tertarik masuk ke sekolah pilot sebisa mungkin cari sekolah dengan menawarkan durasi singkat. Kalau belum mendapatkan informasi ini secara pasti, jangan segan ikuti konsultasi yang diadakan oleh tim sekolah-pilot.com. Di samping itu, dituntut cepat tanggap dalam menerima pendidikan dan pelatihan dari instruktur. Terlepas dari itu semua, fasilitas dari sekolah pilot yang tidak mendukung menjadi penyebab utama lulus sekolah pilot dalam waktu yang lama.

Sekolah tidak punya bandara sendiri

Bandara menjadi fasilitas penting dan patut dimiliki oleh sekolah pilot. Di sinilah tempat bagi siswa untuk mengaplikasikan segala teori yang didapat di dalam kelas, mengasah bakat dalam menerbangkan pesawat melalui penerbangan solo, dan mempersiapkan diri menjadi pilot yang profesional. Ada beberapa sekolah pilot yang punya bandara sendiri sehingga siswa tidak terhambat atau terpaksa membatalkan penerbangan karena ada pesawat komersil yang akan take off. BIFA & Dirgantara jadi dua sekolah pilot di Indonesia yang punya bandara sendiri, sedangkan di luar tepatnya Filipina ada AAA Academy.

Bagi sekolah pilot yang tidak punya bandara sendiri sehingga harus berbagi dengan komersil atau berbagi lapangan terbang di Cilacap, bakal membuat siswa lulus lebih lama. Mengapa? Siswa harus menunggu waktu yang tepat untuk melakukan latihan penerbangan karena kepentingan komersil yang akan didahulukan. Lebih dari sekedar lulus lebih lama, kondisi demikian bakal membuat siswa tidak mendapatkan jam terbang yang utuh. Ilustrasinya, ketika menghidupkan pesawat, ternyata ada pesawat komersil akan take off, siswa harus menunggu. Sejatinya, jam terbang dihitung saat menghidupkan mesin pesawat.

Pesawat tidak banyak & maintenance

Standar perbandingan antara pesawat dan siswa adalah 1:5 menurut peraturan internasional ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional). Kalau sekolah pilot yang punya sedikit pesawat hingga harus ber-10 untuk 1 pesawat, sudah pasti kelulusan 1 tahun (paling singkat) tidak bakal bisa diwujudkan. Bagaimana tidak? Hanya untuk latihan terbang atau terbang solo, siswa harus menunggu hingga beberapa jam, hari, bahkan minggu hingga siswa lain selesai. Membosankan sudah pasti, merugikan sudah jelas, bukan begitu?

Di samping itu, ada pula sekolah pilot yang tidak ada maintenance terhadap pesawat latihnya. Sudah beli yang seken, tidak ada perawatan lagi, bagaimana jadinya? Dengan demikian, kian hari pesawat yang bisa digunakan untuk latihan terbang makin sedikit saja yang akhirnya bisa membuat siswa lulus lebih lama. Parahnya lagi, tidak ada maintenance bakal sangat membahayakan siswa yang melakukan latihan terbang atau terbang solo. Terlebih jika pesawat yang ditumpang sudah berusia tua.

Pindah-pindah tempat latihan terbang serta pesawat juga digunakan untuk keperluan komersil juga menjadi penyebab siswa di sekolah pilot lulus dalam waktu lama. Akan hal ini, penting untuk mencari tahu informasi yang jelas mengenai fasilitas yang ada di sekolah pilot tujuan. Meski ingin sekali mengenyam pendidikan di sekolah pilot tujuan, tapi fasilitasnya tidak mendukung sebaiknya pikirkan lagi. Fasilitas di sekolah pilot lebih dari sekedar memaksimalkan pendidikan dan pelatihan yang didapatkan, tapi bakal menjadi penentu cepat atau lambat menjadi alumni dari sekolah pilot.

Ssst, jangan pula terjebak dengan sekolah pilot yang kelihatan murah. Jangan-jangan…